Kamis, 02 Juli 2009

Ghazal: Memahat Hatimu

Ghazal: Memahat Hatimu


Ghazal yang aku tempa saat senja di hatimu
Akan ku tempatkan yang di paling hujung hatimu

Pohon eru yang rantingnya terjela siapku belah
Aku tak lupa bentuk pola yang ada di hatimu

Aku ukir kulit kayu di ruas antara buku
memahatnya hingga mewujud, membentuk hatimu

Coklat perdu, getah luka parut pada daging kayu
seperti bekas luka yang pernah singgah di hatimu

Kawanan kumbang menjelma ngiang rindu
sampai aku akhiri dengan kata hatimu

Kaum bulan menyebutku Karkata; pemilik cangkang
yang gemar memahat kayu berbentuk hatimu


2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar