Sabtu, 13 Juni 2009

MENYAMAR MALAM

MENYAMAR MALAM

: Amal Bayu Ramdhana

Aku sudah terlalu bosan mengurus senja tua,
senja yang berwarna merah berbeda:
senja merah yang berdarah

dalam malam yang menyamar,
masihkah kita berperan?
mengelus igau dengan asing masing-masing

yang angin subuhmu mengulum malamjatuh ku
mengajarkan isyarat bahasa di cadas gelisah
dari kuku-kuku hitammu yang kerasukan bulan:
bulan tanpa nyala
melambangkan kau selalu menggali kopi hitam di tengah malam:
malam yang bau tembaga

Tibanya aku:
kau gilir, kau sihir, kau sisir.

Bagaimana kau dapat menuliskan
*seekor badak bermata musang berparuh merpati?

Dan kau selalu mempertanyakan magenta,
entah berwarna apa.



Jakarta, 06 Juni 2009
Angga. Wijaya


* Dari potongan sajak Amal Bayu Rhamdana berjudul BELAJAR MENULIS NOVEL CINTA-bersama Ne

Tidak ada komentar:

Posting Komentar